Selasa, Mei 25, 2010

Bisnis Makanan Ringan

Bisnis makanan ringan adalah bisnis yang cukup menjanjikan. Hampir semua orang tidak ada yang menolak keberadaan jenis produk ini. Banyak jenis usaha yang tergabung dalam bisnis makanan ringan snack ini. Apalagi Indonesia kaya dengan macam ragam makanan khas daerah.

Modal yang dibutuhkan pun cukup ringan dengan potensi penghasilan yang terbilang besar.
Makanan ringan yang boleh dikatakan cukup layak diperhitungkan untuk konsumen anak-anak dan semua umur. Meskipun nilai yang akan disajikan bernilai nominal kecil, namun pangsa pasarnya lebar untuk dalam dan luar negeri.


Dari Negeri Jiran Malaysia, Keladi yang banyak tumbuh di sekitar tanah berawa-rawa bisa diolah hingga menjadi sejenis cookie ringan yang memiliki cita rasa tinggi dengan kandungan Karbohidrat dan kelezatan yang higienis.


Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia,bila kita perhatikan perkembangan bisnis
makanan ringan snack yang ada dipasaran , tak salah bila kita berkecil hati melihat bahwa negeri jiran lebih mampu mengolah bahan-bahan sederhana menjadi makanan yang menghasilkan nilai komersil tinggi.


Bila berbicara tentang modal, bisnis
makanan ringan dapat dimulai dari modal kurang dari Rp 200 000,-. Banyaknya bahan baku di negara kita hingga dapat membuat makanan ringan seharusnya jadi alternatif bisnis yang menjanjikan.


Dengan Rp 200 000,- dan peralatan seadanya, usaha gorengan , kue basah sudah mampu mengeruk keuntungan di atas Rp 100 000,- per hari. Kelemahan terbesar usaha
jual makanan ringan ini hanya terletak pada kemampuan kreatifitas pemilik usaha.


Berdasarkan bahan baku dan modal kerja yang dibutuhkan seharusnya bisnis
jual makanan ringan bisa menjadi salah satu ujung tombak penghasilan keluarga.


http://planetsweb.net

Salam,

Sejuta Pengusaha

Rabu, Mei 19, 2010

Tips Usaha Kerajinan Boneka

Hmmm .. ndak perlu mengerutkan dahi dulu kalau membaca judul di atas. Wirausaha jenis ini bisa jadi berskala besar bisa juga cukup medium cth Handicraft Export & Wooden Handicraft. Kalau modal dimiliki tidak sebegitu besar, ya kita mulai dengan level usaha kelas kecil-menengah, misalnya Handicraft Export & Wooden Handicraft.

Berdasarkan pengalaman penulis, hasil bincang-bincang/diskusi dengan komunitas, rekan atau kenalan chating, di beberapa kawasan wilayah tertentu di Indonesia memiliki potensi market bagus untuk menggeluti usaha perdagangan. Misal berdagang Handicraft Shop atau pakaian/tekstil ke Papua atau Ambon, dengan mengambil supply barang dari Bandung/Jakarta/Jogja. Atau kerajinan tangan atau Wooden Export & Wooden Shop dari Bali, dengan mencoba mengambil market ke Jakarta atau Bandung. Komputer Jakarta/Surabaya, dibawa ke market Sulawesi/Kalimantan. Demikian seterusnya. Sebuah stelan blazer di Mangga Dua - Jakarta bisa dapat Rp 150 - Rp 250 ribu, di Papua (dengar-dengar) bisa dijual seharga Rp 300 - Rp 400 ribu. Lumayan kan untungnya?

OK sekarang bagaimana mau memulai usaha Wooden Export & Wooden Shop, Cobalah cari rekan/kenalan/kerabat yang bisa dipercaya yang berdomisili di daerah lain (pulau/kota lain). Cari informasi mengenai harga-harga/potensi pasar tentang suatu komditas, atau komoditas Handicraft Shop yang langka supply tetapi punya prospek bagus, dsb. Bandingkan dengan Handicraft kondisi lokal di daerah sendiri. Adakah "sesuatu" yang bisa kita ambil atau kita kirim ke rekan jauh tadi. Misal : prospek "baju daster Jogja atau Handicraft jogya" kalau ke Sulawesi gimana? atau "batik Pekalongan" di Banjarmasin, menarik ndak harganya ? dan lain-lain.


Soal komunikasi? Gunakan sarana SMS, email, chating, dll. Mencari rekan/partner usaha? Coba dari kerabat, mantan teman sekampus, teman chating yang credible, dst. Mau mulai bisnis sekarang juga? Ya ..

Sumber : http://
www.gepembri.com

Salam

Sejuta Pengusaha

Rabu, Mei 05, 2010

Pekerjaan Jasa Kontraktor

Dalam kehidupan berumah tangga dan bermasyarakat, keindahan rumah dan sistim instalasi yang terus terjaga dan terawat adalah semacam keharusan. Akan tetapi kadang ada beberapa kerusakan yang terjadi di dalam rumah ataupun di taman milik kita. Kerusakan-kerusakan tersebut kadang dapat kita perbaiki sendiri dan kadang tidak. Bagimana jika kerusakan tersebut tidak dapat kita perbaiki sendiri? Ada beberapa alternative untuk itu, yaitu kita dapat bertanya kepada kolega atau teman yang mengerti permasalahan tersebut dengan baik atau kita dapat menggunakan jasa seorang kontraktor konstruksi.

Dalam hal ini perlu beberapa pertimbangan jika anda menginginkan jasa seorang
kontraktor rumah yaitu antara lain:
1. Kredibilitas kontraktor konstruksi, anda dapat menayakan kredibelitas jasa kontraktornya lewat rekan-rekan anda
2. Pernah mengerjakan pekerjaan jasa kontraktor serupa di hotel berbintang, ini menjadi kredit point penting, karena hotel berbintang saja memakai jasanya.
3. Memiliki pengalaman konstruksi rumah pada hal sejenis pada kerusakan tersebut. Anda dapat menanyakan kepadanya bagaimana metode dan langkah kerjanya, kemudian anda dapat cross checked kepada seseorang yang menurut anda paham akan kerusakan tersebut, dan anda dapat menilai kelayakan kontraktor konstruksi rumah tersebut.4. Memiliki legalitas secara hukum, mungkin anda dapat menanyakan apakah kontraktor rumah tersebut memiliki keangotaan sebuah asosiasi profesi atau bukan, tetapi hal ini tidaklah mutlak, karena ada juga yang tidak mengikuti asoisiasi tapi jago betul.5. Bandingkan dengan kontraktor lain, cari yang lebih kompetitif harganya6. Adakah garansinya? Ini yang sangat penting.

Hal ini hanyalah sebuah panduan sederhana saja, dan anda dapat memutuskan setelah anda menimbang secara matang akan hal ini. Selamat mencoba.

http://griyatama.com/

Salam

Sejuta Pengusaha

Jumat, April 23, 2010

Usaha Agar Mendapat Kredit dari Bank

Kriteria penilaian dari bank mencakup lima hal yang disebut sebagai 5C:

1. Character.
Menyangkut komitmen Anda sebagai pihak yang mengajukan permohonan pinjaman modal, bagaimana track record Anda, bagaimana gaya manajemen Anda (apakah one man show, keluarga, atau partnership).

2. Capital.
Berapa besar dana pribadi yang Anda keluarkan, "Karena tidak mungkin seluruh modal usaha berasal dari bank," kilah Ayu. Lalu struktur pemodalan (berapa jumlah modal awal yang disetor, dan laba yang terakumulasi menjadi modal), komposisi kepemilikan modal usaha (siapa saja pemilik modal, siapa pemodal jaminan, dan apakah pemodal juga menjadi pengurus perusahaan), dan modal aset, yang terdiri atas tangible asset (tanah, bangunan, mesin, stock, dll.) dan intangible asset (merek, goodwill, nama baik, dll.).

3. Capacity.
Yang dinilai antara lain: bagaimana tren hasil penjualan (naik, turun, atau stagnan), struktur biaya (fixed cost, variable cost), perbandingan biaya dan pendapatan, hutang dan tagihan (lebih besar, lebih kecil, atau setara), proyeksi arus kas (surplus atau defisit), tenaga kerja (tetap atau kontrak, bagaimana skill dan pengalamannya), hingga kapasitas produksi (jumlah produksi per hari, apakah sesuai dengan penjualan).

4. Condition.
Meliputi perijinan usaha, kondisi industri sejenis (apakah berisiko kecil, menengah, atau tinggi), prospek usaha, situasi persaingan (apakah menjadi market leader, market follower, niche market, atau single fighter), dan ini yang terpenting: apa selling point atau keunikannya (apakah mudah ditiru, atau sulit ditiru, dan sampai kapan berlangsung).

5. Collateral.
Apakah ada jaminan dari pinjaman cepat atau pinjaman usaha tsb, baik yang bersifat tangible (cash, stock, peralatan, kendaraan, dan yang sifatnya tidak bergerak seperti tanah dan bangunan), intangible (personal guarantee, company guarantee, asuransi kredit, asosiasi/koperasi penjamin, dll.).

Agar proposal pengembangan usaha Anda menarik minat bank, buatlah sedetail dan serealistis mungkin. Siapkan bahan presentasi secara singkat namun komprehensif, dengan poin-poin seperti:

1. Penjelasan tujuan pengembangan usaha.
2. Target kenaikan penjualan dan aset yang diharapkan secara rinci.
3. Faktor-faktor yang dibutuhkan untuk pencapaian target.
4. Kekuatan, kelemahan, dan peluang yang akan dihadapi dalam pengembangan usaha tersebut.
5. Jadwal dan target waktu penyelesaian rencana kerja.
6. Penjelasan pihak-pihak yang terkait dengan pengembangan usaha tersebut.
7. Rencana penggunaan fasilitas kredit, dan jadwal pengembaliannya.

Syarat-syarat lain yang perlu Anda penuhi sebelum mengajukan permohonan kredit dalam
pinjaman usaha dapat Anda peroleh dari bank bersangkutan.

Syarat-syaratnya:
* Warga Negara Indonesia (WNI).
* Usaha telah berjalan minimal 1 tahun.
* Mengisi formulir aplikasi
pinjaman tunai atau jenis pinjaman Bank dengan melampirkan fotokopi : Kartu keluarga (KK) dan KTP suami-isteri, Surat Nikah (bagi yang telah menikah), Surat ijin usaha (SIUP, TDP, HO dan SITU) atau surat keterangan kelurahan/ kecamatan, dan NPWP untuk kredit di atas Rp 50 Juta.

Bagaimana bila di tengah jalan tiba-tiba usaha Anda macet, atau Anda tidak mampu membayar cicilan
pinjaman modal ke bank? Ternyata, bank juga telah menyiapkan jalan keluarnya. Bila debitor menghadapi risiko, bank akan melihat per kasus. Bank bisa melakukan restrukturisasi berdasarkan kasus yang dihadapi. Bagaimana pun juga kami berpikir untuk kemitraan jangka panjang,.

Jadi, jika Anda memang berniat mengembangkan usaha, dan punya komitmen terhadap diri sendiri maupun bank atas kelangsungan usaha Anda, tak ada lagi hal-hal yang perlu dikhawatirkan.

http://perempuan.kompas.com

Minggu, April 18, 2010

Terjun Bisnis di Bidang Property

Menjadi orang kaya melalui properti mengilhami Michael Riady untuk terjun di bisnis properti dan menggarap proyek kelas dunia di Jakarta Barat yaitu The St Moritz penthouse and residences. Cucu pengusaha kondang Mochtar Riady yang mengenyam pendidikan dasar keuangan itu rela untuk berpanas-panas mengamati dan belajar pembangunan sebuah gedung, sehingga memahami proses penyelesaian suatu proyek kondominium bintang lima. "Jujur saja semula saya tidak paham istilah teknis dalam bidang properti, tetapi setelah keterlibatan yang intensif membuat pemahaman terhadap pembangunan sebuah gedung atau kawasan properti meningkat. Jangan lupa penyelesaian suatu proyek memerlukan skema pendanaan yang memadai, sehingga diperlukan kombinasi pengetahuan keuangan dan properti."

Pria kelahiran Jakarta pada 1980 itu merupakan salah satu generasi ketiga pemilik dan pendiri Lippo Group, Mochtar Riady. Michael menyelesaikan masternya di bidang finance di California, Amerika Serikat.
Selain itu, dia memiliki berbagai pengalaman bekerja di beberapa perusahaan terkemuka di Amerika Serikat khususnya di California, seperti di Fidelity Investments yang bergerak di bidang investasi dan Manatt, Phelps & Phillips Law Firm yang bergerak di bidang hukum realestat.

Ketertarikan Michael di bidang property, seperti hotel bintang lima bermula ketika dia masih berstatus mahasiswa di AS.
"Saya tinggal di apartemen dan melihat orang yang menjalankan bisnis penthouse ini sangat enak. Tempatkan satu teknisi untuk satu blok apartemen atau residence, satu pengurus dan tiga orang yang menjadi front office sudah cukup, sedangkan uang sewa exotic spa terus mengalir, wah ini bisnis kondominium bintang lima yang sangat menguntungkan."

Dia mengaku belajar dari majalah Forbes yang menulis kinerja pebisnis-pebisnis sukses hotel bintang lima di Amerika Serikat yang hampir semuanya berasal dari industri properti. "Kalau mau kaya jalannya adalah bisnis properti, karena hampir semua orang kaya dunia memiliki bisnis properti."

Dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang mengedepankan demokrasi sekaligus spiritual dan fokus pada bidang yang digeluti, dia mengaku diberikan kebebasan untuk memilih bidang bisnis yang dikehendaki.
Keputusan Michael untuk terjun di bisnis property seperti exotic spa selain mendapat dukungan dari pihak keluarga juga dilatarbelakangi oleh prospek bisnis properti yang semakin menjanjikan.

Sebagai anak tertua Andrew Riady, Michael saat ini menjabat sebagai direktur dan dipercaya untuk memimpin mega proyek The St MoritzPenthouses and Residences.

http://web.bisnis.com/

Salam,

Sejuta Pengusaha

Minggu, April 04, 2010

Ternak Ikan Arwana Merah

Ikan Arwana Merah, yang harganya bisa mencapai belasan juta rupiahArwana termasuk famili ikan “karuhun”, yaitu Osteoglasidae atau famili ikan “bony-tongue” (lidah bertulang), karena bagian dasar mulutnya berupa tulang yang berfungsi sebagai gigi. Arwana memiki berbagai julukan, seperti: Ikan Naga (Dragon Fish), Barramundi, Saratoga, PlaTapad, Kelesa, Siluk, Kayangan, Peyang, Tangkelese, Aruwana, atau Arowana, tergantung dari tempatnya.

Bentuk dan penampilan arwana termasuk cantik dan unik. Tubuhnya memanjang, ramping, dan “stream line”, dengan gerakan renang sangat anggun. Arwana di alam mempunyai variasi warna seperti hijau, perak, atau merah. Pada bibir bawahnya terdapat dua buah sungut yang berfungsi sebagai sensor getar untuk mengetahui posisi mangsa di permukaan air. Sungut ini termasuk dalam kriteria penilaian keindahan
ikan.


Potensi pertumbuhan arwana cukup besar, terutama dengan pemberian pakan berkadar protein tinggi. Pertumbuhan arwana di akuarium mencapai 60 cm, sedangkan di alam mencapai lebih dari 90 cm. Jenis
ikan arwana asal Amerika Selatan dapat tumbuh hingga 270 cm.


Arwana
merupakan ikan perenang atas (surface feeder), ditunjukkan oleh betuk mulut. Di alam mereka berenang di dekat permukaan untuk berburu mangsa. Arwana dapat menerima segala jenis pakan untuk ikan karnivora, tetapi seringkali mereka jadi sangat menyukai salah satu jenis pakan saja, dan menolak jenis lainnya. Sebagai ikan peloncat, arwana di alam bisa menangkap serangga yang hinggap di ranting ketinggian 1-2 meter dari permukaan air. Maka pemeliharaan dalam akuarium harus ditutup dengan baik.


Arwana merupakan
ikan tangguh yang dapat hidup hingga setengah abad. Permintaan yang tinggi dengan ketersediaan alam yang terbatas menyebabkan eksploitasi di alam dibatasi. CITES (Convention of International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna) menetapkan bahwa ikan Arwana Asia sebagai ikan yang mendapat perlindungan tertinggi. Berbagai jenis Arwana Asia antara lain:


Merah

Arwana merah (
arwana red) berasal dari berbagai tempat di Propinsi Kalimantan Barat, seperti dari Sungai Kapuas dan Danau Sentarum yang dikenal sebagai habitat dari Super Red (Chili dan Blood Red). Perairan ini merupakan wilayah hutan gambut yang menciptakan lingkungan primitif bagi ikan purba tersebut. Akan tetapi kondisi mineral, lingkungan air gambut (black water), dan banyaknya cadangan pangan yang memadai telah mengkondisikan pengaruh yang baik terhadap evolusi warna pada ikan arwana red yang bersangkutan. Pengaruh geografis itu juga menyebabkan terciptanya variasi yang berbeda terhadap morfologi ikan arwana red ini, seperti badan yang lebih lebar, kepala berbentuk sendok, warnah merah yang lebih intensif, dan warna dasaryang lebih pekat.


Warna merah penuh tampak pada sirip ikan muda, pada bibir dan juga sungut. Menjelang dewasa, warna merah akan muncul di berbagai bagian tubuh lainnya, terutama pada tutup insang dan pinggiran sisik, sehingga tubuh ikan terlihat berwarna merah.


Arwana red
dikelompokkan dalam 4 varietas, yaitu Merah Darah (Blood Red), Merah Cabai (Chili Red), Merah Orange (Orange Red), dan Merah Emas (Golden Red). Keempat varietas ini secara umum diberi julukan Super Red atau Merah Grade Pertama (First Grade Red), meskipun dalam perkembangannya super red lebih merujuk pada Merah Cabai dan Merah Darah. Sedangkan dua varietas terakhir lebih sering di anggap sebagai super red dengan grade lebih rendah.


http://id.shvoong.com

Salam,

Sejuta Pengusaha

Selasa, Maret 23, 2010

Kekurangan Entrepreneur


Negeri ini masih sangat kekurangan entrepreneur. Dibalik beragam liputan tentang seribu satu sosok enterpreneur, negeri ini ternyata masih sangat sedikit memiliki kaum wirausaha. Data terkini menunjukkan angka populasi entreprenuer di negeri ini hanya 0,18 % dari total penduduk, atau hanya sekitar 400,000 orang. Sebuah jumlah yang terlalu sedikit untuk sebuah negara dengan penduduk lebih dari 200 juta jiwa.

Padahal, kisah kemonceran sebuah bangsa selalu dilentikkan oleh kisah heroisme para entrepreneurnya. Mereka membangun bisnis dari nol, mendedahkan cerita legendaris, dan kemudian menancapkan jejak yang amat kokoh dalam sejarah ekonomi dunia. Amerika akan selalu dikenang karena mereka memiliki Henry Ford, Bill Gates, ataupun Lary Page & Sergei Brin (pendiri Google). Jepang menjadi legenda lantaran kisah Akio Morita (pendiri Sony), Soichiro Honda dan Konosuke Matshushita (Panasonic).

Lalu bagaimana solusinya? Apa yang mesti dilakukan negeri ini sehingga kelak akan lahir Bill Gates dari Bandung, Akio Morita dari Pemantang Siantar, ataupun Sergei Brin dari tanah Maluku? Solusi ini akan coba kita bentangkan dengan terlebih dulu menulusuri dua faktor utama kenapa negeri ini masih sangat kekurangan sosok entrepreneur yang tangguh.

Jawaban yang pertama mudah : kita sangat kekurangan jumlah entrepreneur karena sistem pendidikan kita memang mendidik kita untuk menjadi pegawai dan bukan entrepreneur; mengarahkan kita untuk menjadi kuli, bukan kreator. Sungguh mengherankan, sepanjang kita sekolah selama puluhan tahun, kita nyaris tidak pernah mendapatkan pelajaran mengenai entrepreneurship. Juga nyaris tak pernah mendapatkan pelajaran tentang keberanian mengambil resiko, tentang ketajaman mencium peluang bisnis, ataupun pelajaran tentang life skills – sebuah pelajaran penting yang akan membikin kita menjadi manusia-manusia mandiri nan digdaya.

Tidak. Kita tak pernah mendapatkan itu semua. Selama bertahun-tahun kita hanya dijejali dengan aneka teori dan konsep, seolah-olah kelak kita akan menjadi “kuli” atau pegawai di sebuah pabrik. Lalu begitulah, setiap penghujung tahun ajaran, setiap kampus ataupun sekolah bisnis beramai-ramai mengadakan Job Fair, memberikan pembekalan (sic! ) tentang cara menyusun CV yang bagus dan trik bagaimana menghadapi wawancara kerja. Semua dilakukan sebab seolah-seolah bekerja menjadi “kuli berdasi” di perusahaan besar (kalau bisa multi national companies) merupakan “jalur emas” yang wajib ditempuh oleh setiap lulusan sarjana.

Kenyataan seperti diatas mestinya harus segera dikurangi. Sebab situasi semacam itu hanya akan membuat spirit entrepreneurship kita pelan-pelan redup. Sebaliknya, kita sungguh berharap pendidikan dan pelajaran entrepreneurship diberikan secara masif dan sejak usia dini, setidaknya sejak di bangku sekolah SLTP (pelajaran tentang entrepreneurship juga bisa Anda dapatkan DISINI). Sebab dengan demikian, negeri ini mungkin bisa bermimpi melahirkan deretan entrepreneur muda nan tangguh pada rentang usia 17 tahun-an.

Pada sisi lain, acara semacam job fair mestinya disertai dengan acara yang tak kalah meriahnya, yakni semacam “Entrepreneurship Campus Festival”. Kita membayangkan dalam ajang ini, ribuan mahasiswa muda datang dengan beragam gagasan bisnis yang segar, dan kemudian dipertemukan dengan barisan investor yang siap mendanai ide bisnis mereka (investor ini sering juga disebut sebagai “angel investor” atau “venture capital”). Melalui ajang inilah bisa dilahirkan ribuan entrepreneur muda baru dari setiap kampus yang ada di pelosok tanah air. Dan sungguh, dengan itu mereka tak lagi harus antri berebut fomulir lamaran kerja, ditengah terik panas matahari, dengan peluh di sekujur tubuh, dengan muka yang kian sayu…….(duh, biyung, malang nian nasibmu…).

Faktor kedua yang membuat kita sangat kekurangan entrepreneur, dan juga harus segera diatasi adalah ini : mindset orang tua kita yang cenderung lebih menginginkan anaknya menjadi pegawai/karyawan. Sebab, orang tua mana sih yang tidak bangga jika anaknya bisa menjadi ekskutif di Citibank atau manajer di Astra International? Mindset semacam ini menjadi kelaziman sebab bagi kebanyakan orang tua kita, mengabdi dan bekerja di sebuah perusahaan besar setelah lulus kuliah adalah jalur yang harus dilalui untuk merajut kesuksesan. Sebuah jalur “paling stabil” dan “paling aman” untuk dapat melihat anaknya mampu membangun rumah dan memiliki sebuah mobil sedan.

Sebaliknya, orang tua kita acap ragu dan gamang ketika melihat anaknya memutuskan untuk membangun usaha secara mandiri. Mereka khawatir jangan-jangan hal ini akan membuat anak cucu mereka kelaparan……Mindset semacam ini pelan-pelan harus diubah. Cara yang paling efektif adalah dengan menyodorkan semakin banyak contoh keberhasilan yang bisa diraih para entrepreneur muda. Dengan kisah-kisah keberhasilan ini, diharapkan orang tua kita menjadi kian sadar bahwa pilihan menjadi entreprenuer dan membuka usaha sendiri merupakan jalur yang juga bisa membawa kesuksesan yang melimpah.

Ya, orang tua kita mungkin perlu disadarkan, bahwa pilihan menjadi juragan ayam ternak di kampung halaman tak kalah hebat dibanding menjadi manajer di Citibank yang berkantor megah di Sudirman. Bahwa pilihan menjadi juragan batik grosir tak kalah mak nyus dibanding menjadi ekeskutif di sebuah perusahaan multi nasional…… (Blog Strategi & Manajemen)

Menurut Pak Ciputra :

“Kita banyak menciptakan sarjana pencari kerja, bukan pencipta lapangan kerja, itu membuat masyarakat kita terbiasa makan gaji sehingga tidak mandiri dan kreatif,”
Entrepreneur atau wirausahawan, kata pria yang akrab disapa Pak Ci’ ini, adalah seseorang yang mampu mengubah kotoran atau rongsokan menjadi emas. Dengan demikian, kata dia, negara selama ini hanya mencetak begitu banyak sarjana yang hanya mengandalkan kemampuan akademisnya, tetapi menjadikan mereka lulusan yang tidak kreatif.

“Malaysia punya lebih banyak wirausahawan daripada Indonesia, kini mereka lebih maju karena pendapatannya yang empat kali lebih besar dari Indonesia,” ujar Pak Ci’ lagi

Saat ini semakin banyak komunitas untuk Anda yang ingin terjun di dunia bisnis, misalnya :

1. Komunitas TDA (Tangan Diatas)
2. Entrepreneur University (E U)
3. Ciputra Entrepreneurship School (CES)
4. Youth Entrepreneur Study (YES)
5. dll

Wassalam,

Fadil Arif
Grosir Kerajinan Kulit
Sejuta Pengusaha

Senin, Maret 15, 2010

Membangun Bisnis Baru Multimedia

Dalam memulai bisnis baru dibangun, berdasarkan pengalaman, sebaiknya tidak perlu terlalu kaku membuat struktur organiasi perusahaan. Yang harus menjadi perhatian utama adalah komponen apa saja yang diperlukan oleh perusahaan baru, terutama di bidang multimedia dan informatika.

Pertama: pemasaran dan penjualan.

Seringkali
bisnis baru bangkrut karena divisi pemasaran dan penjualannya loyo. Banyak yang merasa mampu membuat solusi multimedia dan informatika membuat usaha baru namun setahun kemudian tutup karena tidak dapat proyek. Tugas divisi ini adalah melakukan riset pasar, promosi, mencari prospek klien, melakukan presentasi sampai dapat menghasilkan proyek untuk perusahaan.



Kedua: produksi. buatlah struktur organisasi yang tepat.

Meski demikian, sebaiknya agar setiap proyek dikelola oleh Manajer Proyek yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan proyek
peluang bisnis baru. Manajer Proyek ini sifatnya temporer: ada ketika ada pekerjaan, sehingga tidak perlu ada di struktur organisasi. Namun dalam peluang bisnis baru, pekerjaannya Manajer Proyek membawahi seluruh tim produksi seperti desainer dan programmer sekaligus menjadi penghubung ke klien.


Ketiga: Administrasi dan Keuangan.

Divisi ini bertanggung jawab terhadap masalah legal, administrasi, pembuatan invoice, penagihan, pembayaran dan tetek bengek keuangan termasuk mengatur cash flow dan membayar gaji karyawan.


Ketiga divisi itu cukup dipegang oleh masing-masing satu orang. Direksi & komisaris cukup satu saja.


Perusahaan baru dalam
memulai bisnis baru sebaiknya cukup mengkonsentrasikan pada tiga fungsi dasar tersebut. Bersamaan dengan pertumbuhan perusahaan, jika dirasa perlu melakulan reorganisasi, lakukan saja. Ingat: salah satu daya hidup perusahaan kecil ada pada fleksibilitas organisasinya. Oleh karena itu, manfaatkan daya hidup ini sebaik mungkin.


www.alumniits.com

Rabu, Maret 10, 2010

Tips Membuat Pameran Wedding

1. Gunakan lampu. Hampir semua convention centers memiliki penerangan gedung yang bagus. Anda boleh-boleh saja mengharapkan penerangan stand pameran dan stand design pameran anda pada existing lampu gedung tanpa perlu menambah lampu di dalam area booth anda demi alasan dana..

2. Lakukan pendekatan 'novel'; kembangkan sebuah thema untuk stand pameran dan stand design pameran anda. Keluarlah dari pendekatan traditional, dan biarkan itu menjadi milik peserta pameran dengan luas area yang besar karena memang mereka bisa berharap 'real estate' mereka menjadi stand out.

3. Usahakan untuk mendisplay produk dan nama perusahaan di sudut yang terlihat oleh pengunjung.

4. Simple and uncluttered. Gunakan satu atau dua produk saja untuk di display.

5. 'Size' everything to fit the booth. Buat apa mendisplay mobil apabila anda hanya ingin menjual velg-rodanya saja, misalnya. Gunakan bantuan multimedia monitor (tv atau plasma), poster atau graphic yang menarik. Juga jangan gunakan meja counter besar bekas pameran yang lalu (misalnya) demi alasan hemat biaya stand pameran desain dan desain stand pameran. Anda tentu tak ingin staff anda terlihat seperti orang kerdil di balik meja besar itu, kan?

6. Gunakan visual yang berpengaruh kuat dengan memakai graphic poster besar. Akan tetapi tetaplah ingat, jangan gunakan images/gambar-gambar besar di poster itu. Sisipkan copytext/kata-kata yang sesuai proporsi ukurannya pada poster tersebut. Jangan terlalu berlebih ukurannya juga jangan terlalu kecil ukurannya karena akan menjadi sulit terbaca dan terlewatkan.

7. Tempatkan graphics dibatas mata pengunjung. Garis bawah graphic idealnya dibatas 90 centimeter. Jika terlalu rendah nantinya mungkin bisa terhalang oleh display produk anda.

8. Gunakan paduan warna yang menarik, eye catching sehingga bisa stand out di arena pameran yang ramai. Anda tentu bisa membedakan warna menarik dengan warna norak, bukan?..... Warna-warna netral akan membuat stand pameran desain dan desain stand pameran kecil anda 'melarut' dikeramaian.

9. Jadikan pameran anda full service, bukannya 'self-service'. Lho, kok...? Maksudnya apa? Menyebar flyers, brochures, product samples and give away di meja display dimana pengunjung bisa mencomot sambil berjalan lewat, sebenarnya menggagalkan tujuan anda mengikuti pameran design dan pameran jakarta. Ingat, tujuan anda berpameran adalah untuk berinteraksi dengan pengunjung.

10. Jika memang dana terbatas akan tetapi memiliki rencana pameran design dan pameran jakarta untuk mengikuti beberapa pameran, berinvestasilah dengan membeli modular system. Ada beberapa modular system yang bisa di kostumisasi bentuknya, atau diganti graphicsnya sehingga bisa memberi kesan bagus;' finished-look'. Meja info standar yang dibalut skerting kain sudah lewat era-nya, hehehe..

Dukung kampanye stop dreaming start action sekarang

http://chreeztyan.blogspot.com


Salam,


Sejuta Pengusaha