Minggu, September 12, 2010

Fungsi Kurir Pengiriman

Ongkos kirim adalah biaya yang dikenakan kepada pembeli sebagai biaya pengiriman angkutan barang dari toko ke alamat pembeli. Biaya ongkos kirim angkutan barang didasarkan atas berat dari barang termasuk packing-nya. Tetapi untuk berat yang sama akan berbeda juga ongkos kirimnya tergantung tujuannya. Ongkos kirim jasa angkutan barang biasanya dihitung per kilogram. Jika barang (plus packing) beratnya kurang dari 1kg tetap dihitung 1 kg. Bahkan beberapa jasa kurir ada yang menggunakan range berat, misal 1-2 kg berbeda dengan 3-5 kg. Tentunya ini akan memberikan hasil yang berbeda pada komponen ongkos kirim dan jasa angkutan barang, tetapi umumnya toko online membebankan ongkos kirim per kilogram.

Pesatnya pertumbuhan transaksi online di Indonesia membutuhkan perhatian bagi para pihak ketiga yang menyediakan jasa kurir pengiriman barang, misalnya Tiki, ESL Express, PT. Pos Indonesia dan masih banyak lagi. Hampir semua toko online membutuhkan jasa
kurir barang untuk mengirimkan barangnya ke pembeli.

Jika jasa kurir
ekspedisi barang bisa mendukung toko online dalam penyediaan ongkos kirim yang bisa diintegrasikan ke aplikasi toko online, tentu akan memberikan nilai tambah. Si pemilik toko tinggal mengakses database kurir untuk setiap transaksi di tokonya, sehingga begitu checkout si pembeli langsung tahu berapa yang harus dibayarkan tanpa menunggu konfirmasi ongkos kirim dari penjual. Demikian juga di sisi penjual, tidak perlu melakukan perhitungan manual tetapi cukup mengecek pesanan, menunggu konfirmasi pembelian dan pembayaran, lantas tinggal mengirim barang melalui saja kurir barang.

Bagi jasa kurir
ekspedisi barang ini pesatnya pertumbuhan toko online di Indonesia tentu akan menjadi pasar baru. Semakin banyak toko online, semakin terbuka pasar yang membutuhkan jasa kurir, jasa ekspedisi, dll. Tetapi tentunya ada hal-hal yang perlu disiapkan oleh penyedia jasa kurir.

Apa saja yang perlu disiapkan oleh
jasa kurir?

1. Online database yang bisa diakses dengan aplikasi tertentu, atau menyediakan interface sehingga web toko online tinggal mengirimkan data-data yang dibutuhkan untuk memperoleh ongkos kirim secara real-time.


2. Infrastruktur yang mendukung point (1)
Infrastruktur ini berupa jaringan internet untuk mendukung sistem realtime online


3. Layanan penjemputan terhadap barang yang akan dikirim
Tentunya dengan minimal jumlah atau berat tertentu


4. Diskon khusus bagi toko online yang menggunakan layanannya
Sebagai nilai tambah untuk menarik toko online menggunakan layanannya

Sepertinya pekerjaan besarnya adalah pada point (1) dan point (2), yaitu menyediakan online database yang bisa diakses oleh siapapun termasuk kompetitor termasuk infrastrukturnya. Nilai investasinya saya tidak bisa menentukan, tetapi jika ini digarap dengan serius maka pertumbuhan toko online akan semakin pesat dengan nilai transaksi yang jauh lebih banyak.

http://bloggingtips.web.id



Tidak ada komentar:

Posting Komentar